Ekspor Turun – Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus $2,5 Miliar

Avatar of Admin
Expot

Impor turun pada golongan barang nonmigas yaitu mesin dan peralatan mekanis

Ekspor Turun – Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus $2,5 Miliar – Indonesia kembali mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD2,59 miliar pada Juli, naik dari Juni yang tercatat sebesar USD1,32 miliar, ujar Badan Pusat Statistik, Rabu.

“Surplus perdagangan ini terjadi karena ekspor tercatat sebesar USD17,7 miliar lebih tinggi dari impor sebesar USD15,11 miliar,” ujar BPS dalam pengumumannya.

Surplus terbesar terjadi pada perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar USD1,2 miliar, kemudian Filipina sebesar USD533 juta dan Malaysia sebesar USD397,5 miliar.

Namun Indonesia tetap mengalami defisit dengan beberapa negara, yaitu China sebesar USD844,5 juta; Australia sebesar USD448,1 juta dan Thailand sebesar USD271,1 juta.

Baca Juga  Presiden Jokowi Umumkan Keputusan PPKM, Diperpanjang Lagi atau Dihentikan 2021?

Sedangkan total surplus yang dialami Indonesia pada Januari hingga Juli sebesar USD14,42 miliar, yang berasal dari ekspor sebesar USD120,5 miliar dan impor sebesar Rp106,1 miliar.

 

–Ekspor turun

Impor turun pada golongan barang nonmigas yaitu mesin dan peralatan mekanis Ekspor Turun - Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus $2,5 Miliar - Indonesia kembali mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD2,59 miliar pada Juli, naik dari Juni yang tercatat sebesar USD1,32 miliar, ujar Badan Pusat Statistik, Rabu.

Nilai ekspor Indonesia pada Juli sebenarnya turun 4,5 persen dibanding bulan lalu, atau sebesar USD17,7 miliar, namun jika dibanding Juli tahun lalu naik 29,3 persen.

Terdiri dari ekspor migas sebesar USD0,99 miliar dan nonmigas sebesar USD16,71 miliar.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Juli 2021 terhadap Juni 2021 terjadi pada besi dan baja sebesar USD409,5 juta atau 20,56 persen.

Baca Juga  Ocean View Karang Potong - Pilihan Wisata 2021 Cianjur Selatan

Ekspor nonmigas Juli 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD3,57 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,02 miliar dan Jepang USD1,19 miliar.

“Kontribusi ketiganya mencapai 40,57 persen dari total ekspor,” ujar BPS.

Sementara impor turun pada golongan barang nonmigas yaitu mesin dan peralatan mekanis USD422,3 juta (18,39 persen).

“Sementara peningkatan impor terbesar adalah produk farmasi USD185,9 juta atau 66,67 persen,” ujar BPS.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar adalah Tiongkok USD29,71 miliar (32,00 persen), Jepang USD7,69 miliar (8,28 persen), dan Korea Selatan USD5,08 miliar (5,47 persen).

Sumber : Anadolu Agency

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.